Postingan

PERSIAPAN TKA BIOLOGI SMA (PART 1): KEANEKARAGAMAN HAYATI




Untuk memahami apa yang harus dipelajari dalam TKA (Tes Kompetensi Akademik) bidang biologi SMA pastikan kalian memahami KERANGKA MATRIKS ASESMEN yang menjadi panduan TKA bidang biologi.

Kita akan bedah satu persatu:

ELEMEN 1: Keanekaragaman Hayati

Sub Elemen: Klasifikasi dan keanekaragaman makhluk hidup

Kompetensi: Menganalisis prinsip klasifikasi dan permasalahan keanekaragaman hayati

Batasan materi: Keanekaragaman hayati yang dimaksud adalah keanekaragaman hayati di Indonesia.

 

Perhatikan wacana berikut ini untuk soal nomor 1 s.d. 5

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara megabiodiversitas yang menyimpan sekitar 12% spesies mamalia dunia, 17% spesies burung, serta ribuan spesies tumbuhan endemik. Namun, kondisi keanekaragaman hayati tersebut menghadapi ancaman serius. Data dari KLHK (2023) menunjukkan bahwa laju kehilangan hutan primer Indonesia mencapai 1,47 juta hektar per tahun. Hal ini berdampak langsung terhadap hilangnya habitat satwa langka seperti orangutan, badak jawa, dan harimau sumatera.

 

Di sisi lain, Indonesia memiliki sistem klasifikasi dan identifikasi spesies yang terus dikembangkan. Misalnya, orangutan sumatera (Pongo abelii) dan orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) semula dianggap satu spesies, namun berdasarkan analisis DNA mitokondria dan morfologi, keduanya kini dipisahkan menjadi dua spesies berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa prinsip klasifikasi modern tidak hanya didasarkan pada morfologi, tetapi juga pada data molekuler dan ekologi.

 

Selain faktor biologis, aktivitas manusia juga menjadi permasalahan besar. Perdagangan ilegal satwa liar, konversi hutan menjadi perkebunan, serta polusi laut yang mengancam terumbu karang mempercepat penurunan populasi spesies. Padahal, keanekaragaman hayati Indonesia memiliki nilai ekonomi, ekologi, dan budaya. Misalnya, tanaman rempah seperti pala dan cengkeh bukan hanya memiliki nilai perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah peradaban bangsa.

 

Upaya pelestarian dilakukan melalui kebijakan konservasi in-situ (seperti taman nasional dan cagar alam) serta ex-situ (penangkaran satwa langka dan kebun raya). Meski demikian, efektivitas program konservasi masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan dana, lemahnya penegakan hukum, dan minimnya kesadaran masyarakat.

Dalam konteks literasi sains, seorang siswa tidak hanya diharapkan mampu mengingat data, tetapi juga menganalisis, mengevaluasi, dan merancang solusi berbasis bukti ilmiah terhadap masalah keanekaragaman hayati di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

Soal Pilihan Ganda

(C3 – Aplikasi)

1.         Mengapa orangutan sumatera dan orangutan kalimantan dipisahkan menjadi dua spesies yang berbeda?

 

A. Karena hidup di pulau yang berbeda

B. Karena perbedaan morfologi dan DNA mitokondria 

C. Karena jumlah populasinya berbeda

D. Karena memiliki perbedaan pola makan

E. Karena dilindungi di habitat yang berbeda

 

(C4 – Analisis)

2.          Hilangnya hutan primer di Indonesia berdampak langsung terhadap ….

A. Menurunnya kualitas udara

B. Meningkatnya spesies invasif

C. Hilangnya habitat satwa endemik 

D. Bertambahnya lahan perkebunan

E. Terciptanya ekosistem baru

 

(C5 – Evaluasi)

3.         Dari berbagai ancaman keanekaragaman hayati berikut, manakah yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan hilangnya spesies dalam waktu singkat?

A. Perdagangan ilegal satwa liar

B. Deforestasi 

C. Polusi laut

D. Pencemaran udara

E. Urbanisasi

 

(C6 – Kreasi)

4.     Jika Anda diminta merancang program edukasi berbasis sekolah untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga keanekaragaman hayati, maka kegiatan yang paling tepat adalah ….

A. Mengadakan lomba menggambar hewan langka

B. Membuat proyek sekolah adopsi pohon dan satwa 

C. Menonton film dokumenter tentang alam

D. Menghafalkan nama-nama tumbuhan endemik

E. Memberikan tes tulis tentang klasifikasi makhluk hidup

 

(C4 – Analisis)

5.          Hilangnya tanaman endemik seperti pala dan cengkeh dapat berdampak terhadap ….

A. Hilangnya sejarah perdagangan bangsa Indonesia 

B. Meningkatnya produksi pangan modern

C. Tumbuhnya tanaman baru yang lebih unggul

D. Berkurangnya peluang ekspor hewan langka

E. Stabilitas iklim global tetap terjaga


Perhatikan wacana berikut ini untuk soal nomor 6 s.d. 10

Keanekaragaman hayati dapat dibedakan menjadi tiga tingkat, yaitu gen, spesies, dan ekosistem. Pada tingkat gen, variasi muncul akibat perbedaan susunan gen dalam individu sejenis. Misalnya, padi di Indonesia memiliki ratusan varietas dengan perbedaan genetik yang menyebabkan perbedaan rasa, warna bulir, hingga daya tahan terhadap hama. Variasi genetik ini penting untuk menjaga ketahanan pangan karena memungkinkan pemuliaan tanaman sesuai kebutuhan manusia.

Sementara itu, keanekaragaman pada tingkat spesies ditunjukkan oleh banyaknya jenis makhluk hidup yang berbeda dalam suatu wilayah. Contohnya, Indonesia memiliki berbagai spesies mamalia endemik, seperti komodo (Varanus komodoensis), anoa (Bubalus depressicornis), dan babirusa (Babyrousa babyrussa). Setiap spesies memiliki peran ekologis yang berbeda sehingga keberadaannya saling melengkapi dalam suatu ekosistem.

Perbedaan mendasar antara keanekaragaman gen dan spesies terletak pada lingkupnya. Keanekaragaman gen terjadi dalam satu jenis organisme, sedangkan keanekaragaman spesies membandingkan perbedaan antarorganisme yang berbeda jenis. Keduanya sama-sama penting karena menjadi dasar keseimbangan ekosistem dan sumber daya bagi manusia.

Namun, aktivitas manusia seperti monokultur pertanian, perburuan liar, dan deforestasi dapat mengancam kedua tingkat keanekaragaman ini. Monokultur mengurangi variasi gen dalam suatu jenis, sedangkan perburuan liar dapat menyebabkan kepunahan spesies. Jika hal ini dibiarkan, fungsi ekosistem akan terganggu dan kerugian ekonomi pun tak terhindarkan.

Oleh karena itu, pemahaman mengenai perbedaan dan pentingnya keanekaragaman gen dan spesies menjadi kunci untuk menjaga kekayaan hayati Indonesia. Upaya konservasi dan pemuliaan genetik perlu berjalan seiring dengan perlindungan spesies agar keanekaragaman hayati tetap lestari.

Soal Pilihan Ganda

(C3 – Aplikasi)

6.          Contoh keanekaragaman hayati tingkat gen adalah ….
A. Perbedaan antara komodo dan anoa
B. Perbedaan varietas padi lokal di Indonesia 
C. Perbedaan ekosistem hutan hujan dan padang savana
D. Perbedaan burung elang dan burung cendrawasih
E. Perbedaan hutan bakau dan terumbu karang

(C4 – Analisis)

7.          Perbedaan mendasar antara keanekaragaman gen dan spesies adalah ….

                   A.  Keanekaragaman gen hanya terjadi pada hewan, sedangkan spesies pada tumbuhan
         B.  Keanekaragaman gen terjadi dalam satu jenis, spesies pada jenis yang berbeda 
         C. Keanekaragaman gen lebih penting dibanding spesies
         D. Keanekaragaman spesies tidak memengaruhi ekosistem
         E.  Keduanya sama-sama terjadi dalam satu individu

(C5 – Evaluasi)

8.          Monokultur pertanian dianggap merugikan keanekaragaman hayati karena ….
A. Mengurangi variasi genetik dalam satu jenis tanaman 
B. Meningkatkan keragaman spesies di suatu wilayah
C. Mempercepat pemuliaan tanaman baru
D. Membantu konservasi varietas lokal
E. Meningkatkan nilai ekonomi tanaman lokal

(C4 – Analisis)

9.        Jika suatu daerah kehilangan banyak spesies endemik akibat perburuan, maka dampak ekologis yang paling mungkin terjadi adalah ….

A. Ekosistem menjadi lebih seimbang
B. Rantai makanan terganggu
C. Variasi genetik meningkat
D. Populasi spesies lain menurun tanpa sebab
E. Kesuburan tanah meningkat drastis

(C5 – Evaluasi)

10.  Mengapa pelestarian keanekaragaman gen sama pentingnya dengan pelestarian spesies?

A. Karena variasi gen hanya ada pada tumbuhan pangan
B. Karena spesies tidak bisa berkembang tanpa variasi gen
C. Karena keduanya menjaga ketahanan ekosistem dan sumber daya manusia 
D. Karena gen lebih mudah dilestarikan daripada spesies
E. Karena pelestarian spesies hanya berlaku pada hewan endemik


KERJAKAN SOAL URAIAN BERIKUT INI!
1. Terdapat tingkatan taksonomi mulai dari kingdom hingga spesies. Sebutkan urutannya dengan tepat!
2. Tuliskan 5 aturan penulisan nama ilmiah yang benar dan tuliskan nama ilmiah manusia!
3. Spesies endemik merupakan spesies yang ada pada wilayah tertentu namun tidak ditemukan di wilayah lain. Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak spesies endemik. Sebutkan spesies endemik yang berada di wilayah barat Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimatan), di wilayah tengah Indonesia (Sulawesi, Bali, Nusa tenggara), dan di wilayah timur Indonesia (Kep. Maluku dan Papua) masing masing 15 spesies (10 spesies hewan dan 5 spesies tumbuhan berikut nama ilmiahnya)!
4. Pelestarian lingkungan lingkungan dan keanekaragaman hayati dapat dilakukan secara in-situ dan ex situ. Jelaskan jenis-jenis pelestarian secara in-situ (5 macam) dan ex-situ (5 macam) serta contoh lokasinya di Indonesia

Seorang guru, suka iseng, banyak acara, namun tetap fokus memajukan pendidikan Indonesia

Posting Komentar

© Bima Ariyo Corner. All rights reserved. Developed by Jago Desain