PERSIAPAN TKA BIOLOGI SMA (PART 4): METABOLISME ANABOLISME KATABOLISME

 


Untuk memahami apa yang harus dipelajari dalam TKA (Tes Kompetensi Akademik) bidang biologi SMA pastikan kalian memahami KERANGKA MATRIKS ASESMEN yang menjadi panduan TKA bidang biologi.

Kita akan bedah satu persatu:

ELEMEN 2: Sel

Sub Elemen: Metabolisme sel

Kompetensi: Menganalisis proses metabolisme dan peran enzim.

Batasan materi: Katabolisme; anabolisme; sifat dan cara kerja enzim.

 

Paket Soal TKA Biologi – Metabolisme Sel

Soal 1 (C3 – Aplikasi)

Seorang siswa mencampurkan hidrogen peroksida (HO) dengan ekstrak hati segar. Terlihat terbentuk banyak gelembung oksigen. Enzim yang berperan pada reaksi tersebut adalah ….

A. Amilase
B. Katalase 

C. Lipase
D. Pepsin
E. Maltase


Soal 2 (C3 – Aplikasi)

Pada proses respirasi aerob, glukosa dipecah menjadi CO dan HO dengan menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Jumlah energi bersih (ATP) yang dihasilkan dari respirasi aerob 1 molekul glukosa adalah ….

A. 2 ATP
B. 4 ATP
C. 18 ATP
D. 36–38 ATP 

E. 40 ATP


Soal 3 (C3 – Aplikasi)

Fotosintesis berlangsung melalui dua tahap, yaitu reaksi terang dan siklus Calvin. Produk utama dari reaksi terang yang digunakan dalam siklus Calvin adalah ….

A. CO dan HO
B. NADPH dan ATP 

C. Oksigen dan CO

D. Glukosa dan ATP
E. FADH
dan NADH


 

 

Soal 4 (C4 – Analisis)

Seorang siswa membandingkan respirasi aerob dan anaerob. Ia menemukan perbedaan besar energi yang dihasilkan. Mengapa respirasi anaerob menghasilkan energi jauh lebih sedikit daripada respirasi aerob?

A. Karena respirasi hanya berlangsung di dalam mitokondria
B. Karena glukosa hanya dipecah melalui jalur glikolisis 

C. Karena tidak memerlukan oksigen untuk menangkap molekul air
D. Karena proses menghasilkan lebih banyak CO

E. Karena berlangsung dalam waktu yang lebih lama


Soal 5 (C4 – Analisis)

Perhatikan tabel uji coba enzim katalase berikut ini!

Perhatikan tabel hasil uji enzim katalase berikut!...

Data percobaan menunjukkan bahwa aktivitas enzim amilase meningkat pada suhu 30°C, tetapi tidak terdeteksi pada atas 45°C. Penurunan aktivitas enzim pada suhu 45°C disebabkan oleh ….

A. Enzim bereaksi lebih cepat
B. Enzim larut dalam air
C. Enzim mengalami denaturasi 

D. Enzim menghasilkan inhibitor
E. Enzim bekerja optimal


Soal 6 (C4 – Analisis)

Perhatikan grafik enzim berikut ini!


Grafik menunjukkan pengaruh pH terhadap aktivitas enzim pepsin dan enzim amilase. Jika pH lambung meningkat drastis karena obat antasida, dampaknya pada kerja pepsin adalah ….

A. Aktivitas pepsin meningkat
B. Aktivitas pepsin menurun 

C. Tidak ada perubahan
D. Pepsin berubah menjadi amilase
E. Aktivitas enzim amilase terganggu


Soal 7 (C5 – Evaluasi)

Perhatikan percobaan fotosintesis pada tanaman air berikut ini!

Dalam percobaan fotosintesis menggunakan tanaman air Elodea sp. terdapat dua variabel yang diuji diantaranya berkaitan dengan intensitas cahaya dan penambahan natrium bikarbonat. Terlihat hasil sebagaimana gambar diatas terbentuk gelembung udara pada wadah III lebih banyak dari wadah II. Sementara wadah I gelembung udaranya paling sedikit. Kesimpulan yang tepat dari hasil percobaan tersebut adalah…

A. Fotosintesis terjadi lebih banyak pada cahaya yang lebih redup
B. Intensitas cahaya tinggi meningkatkan laju fotosintesis 

C. Gelembung udara yang terbentuk merupakan karbon dioksida
D. Oksigen yang dihasilkan dipengaruhi oleh karbon dioksida 

E. Fotosintesis berlangsung lebih lambat akibat natrium bikarbonat


Soal 8 (C5 – Evaluasi)

Peneliti menemukan enzim baru yang dapat bekerja pada suhu 90°C. Enzim ini diisolasi dari bakteri termofilik di mata air panas. Apa keunggulan enzim tersebut jika digunakan dalam industri?

A. Tidak dapat digunakan berulang
B. Tidak dipengaruhi pH
C. Tetap stabil pada suhu tinggi 

D. Hanya bekerja pada suhu rendah
E. Tidak membutuhkan substrat


Soal 9 (C3 – Analisis)

Perhatikan bagan kerja inhibitor berikut ini!



Pernyataan yang tepat adalah ….
A. Inhibitor dapat mempercepat terjadinya sebuah reaksi kimia akibat kerja enzim
B. Penghambat menempel di sisi aktif enzim yaitu sisi alosterik agar enzim tidak bekerja
C. Inhibitor bekerja secara non-kompetitif terhadap substrat sehingga kerja enzim terhambat 

D. Enzim menggunakan inhibitor untuk menghambat terciptanya produk pada sisi aktif enzim
E. Inhibitor bekerja secara kompetitif terhadap substrat sehingga kerja enzim terhambat


 Soal 10 (C6 – Kreasi)

Siswa diminta merancang cara sederhana untuk membedakan peran cahaya dalam fotosintesis. Percobaan yang tepat adalah ….

A. Menutup sebagian daun dengan alumunium foil dan menjemurnya, kemudian diuji dengan larutan lugol 
B. Mengukur jumlah glukosa langsung dari bagian tumbuhan yang tidak terpapar cahaya seperti akar
C. Mengukur kandungan gelembung oksigen menggunakan alumnunium foil yang ditutup pada daun
D. Menaruh daun dalam air panas dan alkohol untuk melihat jumlah klorofil yang diproduksi oleh tumbuhan
E. Mengamati fotosintesis tanaman pada saat malam hari dan membandingkannya saat siang hari

 

Simak wacana berikut untuk mengerjakan nomor 11 s.d. 15

KEAJAIBAN ECOENZIM EBAGAI PENGGANTI PUPUK

Ecoenzim merupakan larutan hasil fermentasi limbah organik seperti sisa buah, sayuran, gula merah, dan air dalam waktu tertentu (umumnya 3 bulan). Cairan ini mengandung senyawa bioaktif seperti enzim, asam organik, dan hormon yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Pembuatan ecoenzim menjadi salah satu upaya pemanfaatan limbah organik agar tidak mencemari lingkungan.

Dalam proses pembuatannya, mikroorganisme memanfaatkan gula sebagai sumber energi. Gula dipecah melalui jalur katabolisme untuk menghasilkan energi, yang kemudian digunakan untuk mendukung pertumbuhan dan aktivitas mikroba. Selama proses ini, terbentuk pula berbagai enzim dan metabolit sekunder yang memperkaya kandungan ecoenzim.

Hasil akhir ecoenzim dapat digunakan sebagai pembersih alami, pengusir hama, pupuk cair, hingga bahan untuk mengurangi pencemaran air. Dengan demikian, ecoenzim tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana prinsip metabolisme sel dapat dimanfaatkan untuk pelestarian lingkungan hidup.


11. (C3 – Aplikasi)

Dalam pembuatan ecoenzim, mikroorganisme memecah gula merah untuk menghasilkan energi. Proses ini termasuk ke dalam jalur metabolisme ….

A. Anabolisme
B. Katabolisme 

C. Fotosintesis
D. Fermentasi alkohol
E. Kemosintesis


 

12. (C4 – Analisis)

Mengapa ecoenzim membutuhkan waktu fermentasi yang cukup lama (sekitar 3 bulan)?

A. Agar enzim yang dihasilkan menjadi stabil 
B. Karena gula tidak bisa dipecah
C. Supaya tidak terbentuk mikroba
D. Agar pH tetap netral sepanjang waktu
E. Karena oksigen tidak diperlukan


13. (C4 – Analisis)

Jika fermentasi ecoenzim dilakukan tanpa perbandingan bahan yang tepat, misalnya gula terlalu sedikit, maka dampaknya adalah ….

A. Mikroba menghasilkan enzim lebih cepat karena substrat sedikit
B. Proses fermentasi terhambat karena kekurangan energi 

C. Terbentuk lebih banyak metabolit sekunder pada produk ecoenzim
D. Tidak ada perbedaan hasil akhir karena tidak mempengaruhi kerja enzim
E. Larutan menjadi lebih stabil karena substrat tidak terlalu banyak


14. (C5 – Evaluasi)

Ecoenzim dinilai ramah lingkungan karena dapat mengurangi pencemaran air dan menjadi alternatif pupuk organik. Apa alasan biologis yang mendukung pernyataan ini?

A. Enzim dalam ecoenzim dapat menggantikan cahaya matahari sebagai pemecah gula pada limbah
B. Asam organik dan enzim dalam ecoenzim dapat mempercepat degradasi limbah organik 

C. Ecoenzim dapat membunuh semua mikroorganisme yang ada pada limbah sehingga kondisi menjadi steril
D. Ecoenzim menghambat fotosintesis pada tumbuhan mikroskopik sehingga tidak terjadi anabolisme
E. Ecoenzim meningkatkan kadar logam berat yang ada pada larutan sehingga membunuh berbagai bakteri pembusuk


15. (C6 – Kreasi)

Jika Anda diminta merancang percobaan untuk membandingkan efektivitas ecoenzim dan pupuk kimia terhadap pertumbuhan tanaman, langkah terbaik yang dapat dilakukan adalah ….

A. Memberi pupuk kimia yang dicampur dengan ecoenzim pada semua tanaman untuk melihat pertumbuhan tanaman
B. Memberi ecoenzim pada semua tanaman untuk melihat efektivitas ecoenzim sebagai pengganti pupuk kimia pada tanaman
C. Menanam dua kelompok tanaman: satu diberi ecoenzim dan satu diberi pupuk kimia, lalu membandingkan pertumbuhannya 

D. Mengukur pH tanah sebelum dan sesudah menggunakan ecoenzim untuk melihat perubahan yang dihasilkan oleh ecoenzim
E. Mencampur ecoenzim pada air yang digunakan untuk menyiram tanaman setiap pagi dan sore hari

Perhatikan wacana berikut untuk nomor 16 s.d. 21

JENIS FOTOSINTESIS PADA TUMBUHAN

Fotosintesis adalah proses penting bagi tumbuhan untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia dalam bentuk glukosa. Namun, tumbuhan tidak semuanya menggunakan jalur fotosintesis yang sama. Berdasarkan adaptasi fisiologisnya, dikenal tiga tipe fotosintesis yaitu C3, C4, dan CAM. Perbedaan ini terkait dengan kondisi lingkungan tempat tumbuhan hidup serta efisiensi pemanfaatan CO.

Tumbuhan C3 menggunakan siklus Calvin sebagai jalur utama, di mana molekul CO pertama kali difiksasi menjadi senyawa beratom tiga karbon, 3-fosfogliserat (PGA). Tumbuhan ini umumnya hidup di daerah beriklim sedang dan cukup air, seperti padi, gandum, dan kedelai. Namun, kelemahannya adalah terjadinya fotorespirasi yang cukup tinggi ketika stomata menutup pada suhu tinggi.

Tumbuhan C4 memiliki adaptasi khusus untuk meminimalisasi fotorespirasi. Pada tipe ini, CO mula-mula difiksasi menjadi senyawa beratom empat karbon (oksaloasetat) di sel mesofil, kemudian dipindahkan ke sel bundle sheath untuk menjalani siklus Calvin. Mekanisme ini membuat tumbuhan C4 lebih efisien di daerah panas dan kering, misalnya jagung, tebu, dan sorgum.

Sementara itu, tumbuhan CAM (Crassulacean Acid Metabolism) beradaptasi di lingkungan yang sangat kering, seperti gurun. Tumbuhan ini membuka stomata pada malam hari untuk mengikat CO dan menyimpannya dalam bentuk asam malat di vakuola. Siang hari, stomata tertutup untuk mencegah kehilangan air, dan CO dari asam malat dilepaskan untuk digunakan dalam siklus Calvin. Contoh tumbuhan CAM adalah kaktus, nanas, dan lidah buaya.


16. (C3 – Aplikasi)
Pada tumbuhan padi, CO
pertama kali difiksasi menjadi ….
A. Oksaloasetat
B. Piruvat
C. 3-fosfogliserat 

D. Asam malat
E. RuBP


17. (C3 – Aplikasi)
Tumbuhan yang berfotosintesis dengan jalur C4 banyak dijumpai di daerah ….
A. Dingin
B. Sedang
C. Panas dan kering 

D. Lembab
E. Tropis basah


18. (C4 – Analisis)
Mengapa tumbuhan C4 lebih efisien dibandingkan C3 dalam kondisi panas?
A. Karena CO
hanya difiksasi sekali
B. Karena tidak mengalami siklus Calvin
C. Karena mampu meminimalisasi fotorespirasi 

D. Karena tidak membutuhkan enzim Rubisco
E. Karena menghasilkan lebih banyak oksigen


19. (C4 – Analisis)
Jika tumbuhan CAM membuka stomata pada siang hari, dampak yang paling mungkin adalah ….
A. Fotosintesis menjadi lebih efisien dan lebih cepat
B. Kehilangan air yang besar melalui transpirasi 

C. Tidak ada perubahan signifikan pada hasil fotosintesis
D. Terbentuk lebih sedikit asam malat pada silklus Calvin Benson
E. CO
tidak dapat difiksasi secara otomatis pada stomata


20. (C5 – Evaluasi)
Jagung sering lebih produktif daripada padi di daerah tropis yang panas. Hal ini karena ….
A. Jagung berfotosintesis dengan jalur C4 yang lebih efisien pada kondisi panas 

B. Jagung memiliki stomata lebih sedikit dan letaknya di bagian bawah daun
C. Padi tidak menggunakan siklus Calvin benson untuk memproduksi gula
D. Padi beradaptasi lebih baik di gurun ketimbang di daerah subtropis
E. Jagung tidak mengalami transpirasi pada siang maupun malam hari


21. (C6 – Kreasi)
Jika Anda diminta merancang penelitian untuk membandingkan efisiensi fotosintesis tumbuhan C3, C4, dan CAM, desain yang paling tepat adalah ….
A. Menanam semua tumbuhan di tempat gelap dan melihat kecepatan proses etiolasi pada tanaman
B. Membandingkan laju fotosintesis tumbuhan pada intensitas cahaya dan kondisi air berbeda 

C. Memberi pupuk dan air yang sama pada tumbuhan kemudian membandingkan hasil panennya
D. Menyiram tumbuhan dengan larutan gula berlebih kemudian menyimpannya pada lokasi yang teduh
E. Mengukur oksigen di malam hari pada semua tumbuhan untuk melihat efektivitas fotosintesis di malam hari

 

Untuk nomor 22 s.d. 25 perhatikan wacana berikut!

Tape merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia yang dibuat melalui proses fermentasi bahan berpati seperti singkong atau ketan. Dalam proses ini, mikroorganisme seperti ragi (Saccharomyces cerevisiae) dan Amylomyces rouxii berperan penting. Ragi mengandung enzim amilase yang menguraikan pati menjadi gula sederhana, kemudian diubah menjadi alkohol dan sedikit asam organik. Fermentasi ini juga menghasilkan aroma dan rasa khas tape. Proses berlangsung optimal pada kondisi lembab, tertutup, dan suhu ruang yang tidak terlalu panas.

Soal 22 (C3 – Aplikasi)

Peran enzim amilase pada proses fermentasi tape adalah ….

A. Mengubah protein menjadi asam amino
B. Menguraikan lemak menjadi asam lemak
C. Mengubah pati menjadi gula sederhana 
D. Menguraikan alkohol menjadi CO
E. Mengubah asam menjadi alkohol

 

Soal 23 (C4 – Analisis)

Jika proses fermentasi tape dilakukan pada suhu terlalu tinggi (misalnya di atas 45°C), maka hasil tape yang diperoleh kemungkinan ….

A. Lebih manis dan lembut
B. Tidak berubah
C. Tidak jadi tape karena ragi mati 
D. Lebih asam karena aktivitas bakteri meningkat
E. Mengandung lebih banyak alkohol

 

Soal 24 (C4 – Analisis)

Fermentasi pada tape termasuk ke dalam jenis metabolisme ….

A. Katabolisme anaerob
B. Katabolisme aerob
C. Anabolisme aerob
D. Anabolisme anaerob
E. Respirasi seluler

 

Soal 25 (C5 – Evaluasi)

Seorang siswa membandingkan tape yang difermentasi selama 2 hari dan 5 hari. Tape yang difermentasi lebih lama terasa lebih lembek dan manis. Penjelasan biologis yang tepat adalah ….

A. Semakin lama fermentasi, semakin sedikit gula yang dihasilkan
B. Semakin lama fermentasi, semakin banyak pati yang terurai menjadi gula
C. Lama fermentasi tidak memengaruhi rasa tape
D. Fermentasi hanya mengubah aroma, bukan rasa
E. Gula terbentuk dari lemak, bukan dari pati

 

 URAIAN:
1. Jelaskan perbedaan metabolisme, anabolisme, dan katabolisme!

2. Seorang siswa berlari sepanjang 2 km, dia merasakan pegal di area perut, dada, dan kaki. Pegal ini tidak hilang saat siswa tersebut berhenti berlari. Apakah yang terjadi pada siswa tersebut? Dari mana pegalnya berasal?

3. Sebuah sel memiliki 8 mitokondria, seriap molekul glukosa dapat menghasilkan 36 ATP dalam pernafasan aerob dan 2 ATP pada pernafasan anaerob. Setiap mitokondria dapat mengolah 1 molekul glukosa dalam waktu 8 jam. Apabila terdapat 56 molekul glukosa, tentukan:
- Jumlah ATP apabila semuanya diolah melalui respirasi aerob
- Waktu yang dibutuhkan untuk mengolah semua molekul glukosa menjadi ATP melalui respirasi aerob
- Jumlah ATP yang dihasilkan apabila siklus respirasi anaerob terjadi untuk mengolah separuh jumlah molekul glukosa dan separuhnya lagi melalui respirasi aerob!

4. Sebuah organel mitokondria dapat menghasilkan 12 NADH dan 8 FADH. Tentukan jumlah ATP yang terbentuk apabila semuanya mengalir pada rantai transpor elektron!


Seorang guru, suka iseng, banyak acara, namun tetap fokus memajukan pendidikan Indonesia

Posting Komentar

© Bima Ariyo Corner. All rights reserved. Developed by Jago Desain